Tampilkan postingan dengan label batik madura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batik madura. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

Batik Indonesia, Cinta Batik Cinta Bangsa Indonesia


Batik….. ya Batik….
. Dari tangan seorang wanita tua kau diciptakan dengan penuh kasih sayang…

Tanpa mengenal lelah keindahannmu menjadi pujaan semua orang sepanjang masa… corakmu melambangkan kebanggaan dan ekspresi bagi yang mengenakan…

Dari dulu batik sudah merupakan pakaian resmi petinggi-petinggi negara. Mulai dari jaman belanda sampai jaman sekarang. Tak pelak lagi batik menjadi incaran bayak orang, baik wanita mau pun pria, anak-anak bahkan saat ini laptop, gitar, motor, sepatu, jaket juga ada yang bermotif batik. Entah itu karna batik sedang ngetren atau sekedar berekspresi, yang jelas AKU CINTA BATIK….

Batik merupakan kebudayaan Indonesia yang sarat nilai budaya serta memiliki makna dan corak yang beragam di tiap daerah.

Penggunaannya yang dulu terkesan kuno, kini seiring perkembangan zaman telah disulap menjadi produk bernilai di tangan para desainer Indonesia mulai gaun malam yang elegan, seksi, juga mewah, hingga dress kasual yang modis tanpa menghilangkan pakem-pakem yang ada.

World Batik Summit 2011, berlangsung mulai 28 September hingga 2 Oktober 2011, di Jakarta Convention Center. Dalam kesempatan ini, sejumlah pengharagaan juga diberikan kepada pembatik hingga berbagai pihak yang berperan dalam mengembangkan batik sebagai warisan budaya bangsa, yang diakui dunia sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Perancang busana tidak ketinggalan menampilkan batik dalam busana siap pakai berkesan modern, modis, tanpa meninggalkan kekhasan batik. Desainer Indonesia, Chossy Latu membuka peragaan busana dengan koleksi bertema ‘Twilight Garden’.

Sebanyak 10 set pakaian siap pakai bernuansa hitam dan putih, yang menjadi ciri khasnya, ditampilkan.

Batik Pekalongan ditampilkan berbeda dengan sentuhan Chossy. Model busana batik siap pakai karya Chossy berkesan megah, dengan jaket yang elegan.

Tak hanya Chossy yang melirik batik Pekalongan sebagai inspirasi, juga bahan utama pembuatan busananya. Masih dari Indonesia, Sebastian Gunawan juga apik menampilkan busana batik.

Menghadirkan batik Pekalongan yang kaya warna, Sebastian Gunawan mengangkat tema ‘The Nyonya Glam’, menampilkan dress batik berkesan seksi elegan.

Gaun malam one shoulder memberikan kesan modern pada motif batik khas Pekalongan, dengan warna cerah. Sebastian menampilkan tujuh set busana batik khusus untuk kaum hawa.

Perancang, kolektor, pecinta batik dari Jepang, Kaoru juga jatuh hati dengan batik Pekalongan. Namun Kaoru bereksplorasi dengan tak hanya terpaku pada satu jenis batik saja.

Melalui busana batik kasual, masih untuk perempuan, Kaoru menggabungkan motif batik kuno dengan batik modern, perpaduan unsur budaya Jepang dan Indonesia. Selain Pekalongan, Kaoru menampilkan batik tua Madura, Solo, Cirebon, Yogyakarta dan batik motif Hokokai.

Koleksi Parang Kencana dan Danar Hadi memperkaya pilihan koleksi busana batik. Keduanya menampilkan lebih banyak koleksi busana batik untuk pria.

Danar Hadi menampilkan busana pria yang modern, mewah, elegan dengan tetap menonjolkan kharisma batik. Keunikan batik kental menonjol lewat rancangan busana pria Danar Hadi.

Sementara perancang dari China, Lu Kun, menafsirkan batik Danar Hadi dengan versinya sendiri. Mengangkat tema ‘Miss Shanghai’ Lu Kun sukses memukau penikmat batik dan fashion, dengan koleksi terusan panjang yang sederhana namun elegan, menonjolkan kekhasan batik Indonesia.

Lu Kun, salah satu desainer yang dipercaya Paris Hilton untuk merancang busana untuknya, menampilkan delapan set busana siap pakai, menggunakan material batik Indonesia, Danar Hadi.

Selain itu, Malaysia, melalui perancangnya, Deanoor menampilkan dress batik pendek berkesan kasual. Deanoor yang sukses mengibarkan sayap hingga ke Milan, Paris, dan New York, mengangkat batik Madura yang dikombinasikannya dengan batik Parang Kencana.

Di tangan perancang dunia ini, Indonesia memposisikan diri sebagai si empunya ragam motif batik serta berbagai kreasi busana batik yang juga bisa tampil modern, elegan, sarat tradisi.

Peragaan busana yang terbagi menjadi dua sekuen ini juga menampilkan koleksi Carmanita dengan batik klais, Bi dengan batik Madura, batik Bantul, batik Cirebon dikombinasikan dengan batik eyelet motif boneka Rusia matryoshka. Ramli dengan batik prada, dan pagelaran ditutup dengan koleksi kebaya anggun, modern nan elegan dengan kain batik Solo dan Yogyakarta, rancangan Anne Avantie.

Batik kini telah diakui Unesco sebagai The Intangible Cultural Heritage pada 2 Oktober 2009. Kain bermotif ini dinilai sebagai warisan budaya tak benda yang memiliki tradisi dan ekspresi lisan, praktik sosial hingga keahlian dalam bidang kerajinan yang memiliki budaya. [mor]

sumber: inilah.com

Kamis, 16 Juni 2011

Batik - Batik Cantik Kumpul Bareng di Jakarta Fair




Minat masyarakat terhadap batik tahun ini mengalami kenaikan yang cukup pesat. Bulan Juni 2011 ini para penggemar batik yang ingin melengkapi koleksinya kini punya pilihan tempat berbelanja yang baru. Selain di toko Danar Hadi dan Batik Keris yang memang menyediakan aneka ragam batik, para pengemar pakaian tradisional ini juga bisa belanja di arena Pekan Raya Jakarta. Ada aneka batik solo, batik jogja, batik pekalongan, batik papua, batik aceh, batik jambi, batik madura, batik cirebon, batik Kalimantan dll.

Ya, pada perhelatan Jakarta Fair tahun ini yang berlangsung selama sebulan penuh, pengunjung juga bisa belanja batik di setiap stand daerah yang menempati Hall A, B, dan C. Hampir semua corak batik tradisional hingga modern dipamerkan dan dijual di Jakarta Fair.

Jakarta Fair Kemayoran 2011 sebagai gerbang strategis Industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Asia, tetap konsisten untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri di pentas global. PT JIExpo konsisten untuk mengampanyekan nuansa cinta tanah air melalui berbagai event besarnya.

Ini bisa dilihat dari dukungan setiap pelaku MICE, baik dari pihak swasta maupun pemerintah, tetap memamerkan dan mempromosikan produk-produk lokal yang khas kultur nusantara. Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah dan pusat menggerakan ekonomi nasional, pada Jakarta Fair Kemayoran 2011, relatif dipenuhi produk-produk khas Nusantara yang murni sebagai jati diri bangsa.

Boleh jadi, suasana perdagangan batik se-Nusantara di Jakarta Fair mirip `Istana Batik`. Hampir seluruh batik di Indonesia, baik batik tulis maupun printer masing-masing daerah diperdagangkan di Jakarta Fair.

Seperti sebuah Istana Batik, khasanah kultural Nusantara, mulai dari batik tulis di pusat-pusat kerajian dan industry batik di Jogjakarta, Solo, Semarang, Pekalongan, total menampilkan karya terbaiknya. Lebih dari itu, harga yang dipasangpun spesial yang berbeda dengan kebiasaan harga yang ditetapkan event lainnya, di luar Jakarta Fair.

Alasannya, Jakarta Fair forum perdagangan spesial, event yang besar, sehingga para pelaku perdagangan menampilkan karya terbaiknya. Batik sebagai pakaian nasional yang pernah ditetapkan oleh pemerintah menjadi perhatian para pelaku usaha di dunia MICE.

Kesempatan ini, tentu tidak disia-siakan setiap para pengunjung yang memadati ‘Istana Batik’ Jakarta Fair. Batik dan pakaian ada dari Kalimantan, Aceh, Bengkulu, Sumatra, dan kerajaan-kerajaan di Indonesia, juga tersedia di Jakarta Fair 2011. Pemprov Kalimantan Barat misalnya, memamerkan produk mulai dari tenun sintang, batik awan berarak, dan busana sorak insang.