Tampilkan postingan dengan label solo batik carnival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solo batik carnival. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

Pawai Budaya Solo Buktikan Solo Tetap Aman dan Damai


Kemarin kota Solo kembali menggelar karnaval budaya bertajuk ‘Solo Damai’ yang digelar mulai pukul 15.00 WIB. Ribuan warga Solo tumpah ke jalan menyaksikan pawai tersebut. Pawai diikuti sekitar 1.665 peserta dari ormas, parpol, tokoh lintas agama, dan mahasiswa, juga dari latar belakang kepercayaan berbeda.

Sejumlah pertunjukan seni dan budaya juga ikut serta. Misalnya, Solo Batik Carnival — karnaval mode berbahan dasar batik, Barongsai, Kesenian Topeng Ireng. Prajurit keraton dan kereta kencana juga nampak dalam iring-iringan.
Walikota Solo, Joko Widodo dan wakilnya, FX. Hadi Rudyatmo tak mau ketinggalan. Mereka memakai kostum perwayangan — Jokowi berkostum Kresna dan Rudy berpakaian ala Werkudara, mereka berbaur dengan peserta lain dan berjalan kaki menyusuri jalan Slamet Riyadi Solo.

Sementara, di panggung kehormatan, delegasi Asian Parliamentary Assembly (APA) tampak menikmati suasana pawai. Tak hanya warga, anggota delegasi asing APA pun bergantian berfoto bersama Jokowi. Semuanya nampak senang, meskipun pelaksanaan pawai dijaga ketat pasukan aparat bersenjata lengkap.

Kegiatan ini berhasil menunjukkan Solo aman dan kondusif, meskipun sebelumnya sempat diguncang berita tidak sedap dengan adanya Bom Bunuh Diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Minggu 25 September 2011.

Tertarik mengunjungi Kota Solo di akhir tahun ini?? Simak Agenda Wisata Kota Solo 2011 Klik Di Sini


Kamis, 23 Juni 2011

Solo Batik Carnival Dimeriahkan 324 Kostum Legenda



Sebanyak 324 kostum bertema legenda akan ditampilkan dalam Solo Batik Carnival (SBC) pada 25 Juni mendatang. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan event serupa tahun lalu yang hanya mengusung 225 kostum.

Panitia penyelenggara yakin banyaknya jumlah kostum yang ditampilkan bakal menjadi daya pikat untuk SBC tahun ini. Apalagi, tema yang diusung juga populer di masyarakat, yakni ande-ande lumut, roro jongrang, ratu kencana wungu, dan ratu pantai selatan.

"Masing-masing tema akan didukung oleh 50 peserta. Kalau dihitung dengan peserta pendamping, total penyaji tahun ini sebanyak 600 orang," jelas Pimpro SBC Heru Prasetya dalam jumpa wartawan di Taman Balekambang Solo, Jawa tengah, Selasa (21/6).

Para peserta dalam pelaksanaannya tidak hanya memamerkan kostum berbahan batik. Mereka juga akan membawa berbagai bentuk ornamen dan hiasan sesuai tema yang diusung. Antara lain, ogoh-ogoh berbentuk kepiting raksasa untuk tema ande-ande lumut, serta stupa candi dan pohon hayat untuk roro jonggrang.

Selain jumlah peserta yang jauh lebih banyak, SBC ke-4 tergolong istimewa, karena untuk pertama kalinya dilangsungkan malam hari dan dikemas secara megah. Salah satunya, panggung pemberangkatan di Purwosari akan disetting menyerupai gua. Sepanjang rute yang akan dilalui peserta mulai dari Purwosari hingga Balai Kota Solo juga akan dilengkapi berbagai hiasan lengkap dengan tata cahaya yang apik. (FR/OL-01)

sumber: Media Indonesia